Monday, November 25, 2019

STEPPING UP ALPHA.IN LOWER YIELD ENVIRONMENT

 JELANG AKH TAHUN 2019

Market Update B Commonwealth 25 November 2019
Theme:Stepping Up Alpha ; In Lower Yield Environment.....Pak Daniel   (B Commonwealth Smg)

PROSPEK IHSG AKH THN 2019
Bila The Fed pangkas Bunga....positif utk IHSG
Thn 2019 kmgkn bunga the fed turun? Tidak

 ihsg jeblok saat china devaluasi yuan (2015)
Bloomberg estimasi akh thn ihsg 6.400

Bunga turun kok ihsg turun.....gara2 OJK bekukan bbrp MI...ojk galak thdp MI , reksadana terpengaruh turun

Bila trade war berlanjut ihsg relatif brgerak disekitar ini/skrg.....emas bergerak (naik)
Kalau China / RRT tenang ..... emas tenang

US RESESI?
If gagal pres (dlm hal ini trump) 2 x ....Resesi


USD vs RPah
Invest di Rph OKE data historis 10 thn lalu


Thn 2020...US Election....Market Happy(jarang crash)......konsumsi (di US)meningkat....(mgkn di US bagi2 nya IPAD/Iphone dll....konsumsi meningkat...krn "kelasnya" USA...dampaknya ke market seluruh dunia)

Thursday, August 15, 2019

A NEW CHAPTER BEGINS

 


Saham 

Ihsg volatil...ada oportunity? Asia blm resesi. Sucorinvest tetap konsisten estimasi saham / IHSG 2019.... 6900-7000.Sucorinvest tidak akan mengkoreksi estimasi krn sudah berdasarkan analisa yg seksama(juga,mestinya utk jaga reputasi ya?!) 

 

Data historis 5 thn : Ags sept ihsg biasa turun.....saat menarik utk masuk,saat utk Top Up Rebound ihsg bln Okt 19,Nov-Des 19(IHSG akan naik ke 6900-7000) 

Pernyataan Mentri ESDM jonan utk optimalkan shelter utk kelola bijih tambang nikel,dll utk bahan baku batterey mobil listrik...opportunity....indikasi sucor kedepan akan pegang saham2 dr persh yg terkait ini?prospek bagus? 

 Obligasi

Alternatif yg saat ini oke, yield lbh baik dr dep bank 

 Pasar Uang 

Usd terlalu kuat...trump pingin usd
melemah..eksport us biar naik.Ini yg latar belakangi trump trs buat pernyataan ke china agar usd trs goncang dan melemah di bbrp negara potensial eksportnya .

Tunggu pemilu USA 2022 

 

RPH ;

 gub bi estimasi Rp. 14.300(moneter; kelola cad devisa agar aman ,tdk intervensi utk usd);

Menkeu Sri Mulyani estimasi Rp. 14.500(fiskal;kelola anggaran cend safety + eksport naik) ;

Pres Jokowi ,Rp. 14.400...tengah2 

Yuan...melemah ...RRT dorong eksport

 Mata uang disarankan utk pasar valas ..Yen(?)

 Sucorinvest Maxi Fund 

bareksa.com....Milik OJK????cek ojk !!!!(santika)

Thursday, July 18, 2019

REDUCED UNCERTANTY

Gathering 19 Juli 2019 - Bank Commonwealth -Orange Brown Cafes Rinjani ,

Angkola : fund manager manulife 

Theme : Reduced Uncertanty, 

Pasca juni 19 Pasca kep MK,trade war USA vs RRT. Pasar digerakan ekspektasi ....sd akh th 19 ....no deal.....ekspektasi rendah.... saat nya 

Obligasi 

 penilaian std poor thdp indonesia BBB...trust... dana asing naik/masuk.... obl naik 

Pasar obl di eropa imbal hasil negatif. Uang mengalir dr imbal hasil rendah ke tinggi 

Awal thn 19 imbal hasil tinggi tinggi, second market naik. obl sdh rally 8

Obl kombinasi jangka waktu yg second market potensial Reksadana portofolio oblpp 

SAHAM

IHSG: bunga fed turun ---- IHSG naik...(usaha bergairah)...... pasar saham menarik Krn suku bunga turun dan dunia usaha surplus .......IHSG naik 

Reksadana  

Reksa portfolio obl? menarik.....???? Suku bunga : era suku bunga bakal turun Fed reserve akan turunkan suku bunga... diikuti bank central negara lain korea, philipine, dlll....tanpa kecuali BI... tujuan gerakan ekonomi Saham2 dan obl sektor Konstruksi, property, infrastruktur akan menarik 

Pasar Uang 1 usd dikisaran rph 14 rb

Saturday, April 20, 2019

ASURANSI:Sakit ,NO;SEHAT,YES.Amin

Setelah sempat 2 kali kalah oleh kebimbangan dan urung hadir di acara sebelumnya, kali ini ,seperti biasa, harus keras pada diri sendiri. Saya putuskan harus hadir. Sekaligus untuk melatih diri agar kuat menghadapi plus mengatasi pergumulan apapun .Dan untuk wujudkan komitmen menjadi pembelajar seumur hidup dengan terus menambah wawasan. 15 April 2019,Senin,Topik kali ini membahas tentang market update terkait produk Asuransi oleh team Bank Assurance sebuah bank besar berkaliber Internasional. Produk yang dipromosikan adalah Asuransi jiwa namun ada pertanggungan kesehatan, juga mendapat manfaat investasi cukup besar sampai usia cukup panjang (99 thn? Seingat saya). Manfaat Investasi Akan gugur bila tertanggung meninggal lebih dari usia yang ditanggung. Ada pertanggungan untuk perawatan Rumah Sakit dengan berbagai kriteria penyakit hingga 5 x dari premi yang dibayar / thn,yang dibayarkan selama 7 x = 7 tahun ( mudah2an tak gagal paham) Wajar, sudah membayar premi mahal - mahal maka merasa harus mendapat manfaat yang setimpal dan optimal. Ada satu orang yang membahas agak berbeda. Perlakuan atas pembayaran premi asuransi, boleh tidak menjadi komponen biaya yang sudah dikenai pajak? Earning After Tax. (Sehingga bersifat final dan tidak dimasalahkan oleh pajak saat pelaporan SPT...mungkin ini arahnya) . Jawaban masih mengambang karena konon masing konsultan pajak beri jawaban berbeda-beda(?) Yang menarik namun berkesan ironis,(mungkin demi manfaat optimal)audience lebih antusias membahas tentang manfaat memiliki polis bila sakit yang berat berat/seram,Rawat inap di Rumah Sakit mahal, di Rumah Sakit terkenal Luar Negeri dst dst. (Dalam hati bergumam " Semahal-mahalnya","seterkenal-terkenalnya" tapi tetap lah Rumah Sakit ....bukan RUMAH SEHAT) Dalam pemahaman yang masih sangat dangkal, Asuransi awalnya mungkin memanfaatkan kearifan spirit sosial yang kemudian dikemas jadi produk keuangan kapitalis agar dana yang terhimpun bisa dikapitalisasi dan menjadi pendapatan/keuntungan bagi perusahaan pengelola asuransi. Singkatnya, spirit awalnya adalah Gotong Royong. Dalam perkembangannya Asuransi menjadi usaha yang menguntungkan,antar perusahaan asuransipun bersaing ketat. Agar tetap exist, selain berkreasi di pelayanan,(termasuk pelayanan kesehatan) juga di "pembagian" keuntungan ke pemegang polis. Sehingga semakin marak produk asuransi yang juga berkonten investasi.Tidak ada yang salah,Perusahaan Asuransi tak boleh lagi "serakah" Memperhitungkan nilai investasi kala tertanggung meninggal rasanya sangat masuk akal. Bisa jadi Tertanggung orang yang sangat sayang keluarga dan ingin meninggalkan Warisan/legacy untuk pewaris. Masih sepakat. Tapi membeli polis untuk lebih "fokus" ,paradigma bila sakit,itupun sakit yang "spesial" ,sakit yang mahal.......??????? Masih memaksakan berpikir positif, mungkin ybs tidak ingin merepotkan sanak keluarganya sehingga bila sakit bisa lebih "tenang".Dari segi biaya ada benarnya. Tapi ada keluarga sakit, meski si penderita sudah dicover banyak polis asuransi, dengan nilai pertanggungan besar, tetaplah menjadi beban (terutama) pikiran tidak hanya bagi keluarga tapi juga/apalagi bagi si penderita. Sangat Tidak Nyaman. Sebagai awam, setuju juga pemikiran mulia ingin tinggalkan Legacy ( dari hasil Investasi). Setuju juga keinginan mulia tidak merepotkan keluarga bila sakit. Tapi, kenapa ikut asuransi dengan men "setting" paradigma diri sendiri untuk sakit. Padahal ada banyak pendapat penyebab penyakit adalah (justru)karena Pikiran. Merenung-renung ,berandai andai membeli polis asuransi saya akan tetap focuskan pada Legacy dan Gotong Royong saja. Legacy dengan harapan pembayaran premi juga jadi investasi yang menguntungkan.Syukur-syukur kelak saat nya jatuh tempo masih bisa menikmati.Kalaupun tidak, bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai bagi orang2 yang dicintai . Pertimbangan Gotong Royong sangat utama. Tidak apa bayar premi asuransi hitung2 untuk gotong royong membantu yang sakit. Saya sendiri mohon terus di beri Sehat, Surplus, Mandiri, Berkontribusi, sebagai pewujudan ungkapan syukur,sampai saat pinjaman waktu habis nanti . Renungan saya mendadak buyar saat seseorang mendatangi sambil berujar:"Acara sudah selesai, kalau mau ditinggal silahkan" Sayapun patuh. Segera beranjak pulang (LIFO,Last In First Out-Datang paling Akhir-Pulang paling Awal) Semarang, 21 April 2019 Habis Gelap,Terbitlah Terang-Selamat Hari Kartini

Thursday, September 5, 2013

INDONESIA-THE PRICE OF POPULARITY

CUSTOMER GATHERING BANK COMMONWEALTH

THEME : INDONESIA - THE PRICE OF POPULARITY

NARA SUMBER : STEVEN SATYA YUDHA,AVP - 

                                 PORTFOLIO STRATEGY

                                 PT.BANK COMMONWEALTH 

TANGGAL          :  06 SEPTEMBER 2013

JAM                     :  18.00 - Selesai

 






Tulisan :Ada Permainan di Pasar Modal ? Harian Suara Merdeka tanggal 20 September 2013


 

 Jumat, 6 September 2013, saya beruntung mendapat undangan untuk hadir pada suatu customer gathering dari sebuah bank penanaman modal asing (PMA) terkemuka dengan tema ‘’Indonesia-The Price of Popularity’’. Judul menarik, namun jujur, tak paham. Otak bimbang antara berangkat atau tidak, dan akhirnya ada dorongan kuat untuk melangkah.
Presentasi ternyata dikaitkan dengan situasi ekonomi Indonesia akhir-akhir ini. Kemerosotan rupiah dan terpuruknya harga saham menjadi fokus .Yah...saya anggap saja kuliah gratis. Bawaannya dari dulu lemah untuk mengikuti sistem belajar model kelas, harus duduk manis. Beruntung ada gambar/grafis/visual yang  membantu untuk menyerap, meski sedikit, apa yang disampaikan panjang lebar.
Penjelasan mengacu data historis situasi keuangan domestik dan global, yaitu dari tahun 2008 hingga terkini disajikan apik. Dalam waktu yang sependek itu, saya hanya menangkap (entah benar/tidak) bahwa gejolak dunia finansial belakangan ini terkait masalah likuiditas akibat modal (asing) dari investor yang ke luar dari Indonesia.
Ini kondisi wajar saja karena sesuai mekanisme pasar modal. Bila ada modal asing masuk, kebutuhan di pasar modal naik, harga surat berharga akan menguat, demikian juga bila sebaliknya. Dijabarkan bahwa saat harga terpuruk adalah saat perlu dipertimbangkan untuk masuk ke pasar/time to buy. Hanya waktunya kapan yang harus cermat, agar tidak memposisikan sebagai sasaran dari pisau jatuh (istilah pembawa materi yang diartikan jangan masuk pasar ternyata harga masih merosot dan merosot lagi). Namun juga tidak disarankan terburu-buru keluar pasar, istilahnya cut loss, karena pasti rugi. Dijelaskan juga mengenai psikologi investor kalem dan investor panik terkait saat time to buy, stay atau cut loss. Investor butuh saraf sekuat baja tampaknya. Konon pasar modal Rusia pernah terpuruk hingga 80%.
Tiba saatnya sesi tanya jawab. Dengan pemahaman yang didapat sesaat, namun ada rasa ingin tahu, saya memberanikan diri untuk bertanya. Dari gambar visual yang ditayangkan tampak bahwa dari rentang waktu 2008-2013 fluktuasi (tajam) sering terjadi, dan semakin sering terjadi belakangan ini. Yah, perasaan baru Juni 2013 ada berita berita IHSG melemah, hanya berselang 2 bulan, Agustus 2013, IHSG terpuruk.
Saya berimajinasi menjadi bagian investor lokal/domestik, mencoba bertanya apakah fluktuasi yang semakin sering ini suatu kewajaran? Dijelaskan, inilah konsekuensi dari perkembangan pesat bursa Indonesia, sehingga fluktuasi menjadi hal yang wajar-wajar saja. Mungkin yang dimaksud adalah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang semakin berkibar ini ibarat makin tinggi makin kuat kena hembusan angin. Mungkin, ini inti pesan dari tema ‘’Indonesia-The Price of Popularity’’.
Karena kondisi tahun 2008 sering diutarakan berulang, mendadak terlintas di benak suatu kejadian besar di tahun tersebut, yaitu BEI sempat disuspen karena kepanikan investor telah mengakibatkan kemerosotan. Bahkan, karena berita itu ekstrem, saya  teringat terus salah satu media membuat sub judul bahwa kemerosotan BEI (waktu itu) terburuk di dunia.
Dari media waktu itu sempat muncul statemen dari otoritas pasar modal Indonesia yang menyebutkan ada permainan di BEI dan harus diusut tuntas. Kalau Investor harus menanggung risiko akibat gejolak yang bersumber mekanisme pasar, itu adalah konsekuensi. Fair-fair saja. Saya juga menanyakan bagaimana kalau kemerosotan itu bukan karena mekanisme pasar yang wajar? Ada permainan, penyalahgunaan aturan yang mengakibatkan kepanikan, seperti kejadian saat itu? Tentunya tidak fair kalau ini dianggap sebagai risiko yang harus ditanggung sepenuhnya oleh investor.
Atas pertanyaan ini dijelaskan solusinya adalah harus cerdas dalam menentukan portofolio, jangan hanya saham tapi juga di obligasi dan yang lain. Intinya tidak menempatkan telur dalam satu keranjang. Penjelasan yang bagus, hanya saja terasa normatif. Di dunia nyata tak terbayang, saat itu, betapa para ujung tombak yang langsung berinteraksi akan jadi bulan-bulanan kepanikan para kliennya.
Apalagi kejadiannya sulit dijabarkan dengan mekanisme pasar yang terjadi dengan menyandang predikat sebagai bursa yang merosotnya terburuk se dunia. Dan betapa kalutnya, karena semua bekal edukasi tidak cocok menjadi materi konsultasi untuk meredam kepanikan para klien. Bukan tidak mungkin para ujung tombak berubah menjadi ‘’ujung tombok’’.
Untuk orang awam, mungkin perlu dipikirkan oleh pakar sisi-sisi perlindungan investor. Ini penting sebagai antisipasi agar investor tidak harus menanggung risiko yang dibuat segelintir avonturir. Siapa tahu dengan adanya perlindungan ini akan menggairahkan investor domestik masuk ke pasar modal Indonesia? Siapa tahu dengan demikian investor domestik bisa merebut kembali pasar modal Indonesia dari dominasi investor asing yang sering sesuka hati mempermainkan BEI dengan isu likuiditas melalui modalnya yang seenaknya melenggang masuk-ke luar demi untuk keuntungan mereka. Merdeka! Indonesia-The Prize of Popularity



Wednesday, August 29, 2012

Approaching the tipping points

           Bunga Stimulus 2020 (pandemic covid) jauh lebih besar dari stimulus krisis 2008 Uang beredar 2020     lebih besar daripada saat k...